PENDAHULUAN
Save our earth, go green, yang lazim kita dengar sebagai slogan untuk proses penyelamatan bumi yang semakin terpuruk akibat ulah tangan manusia. Pertanyaan besar dalam benak kita kenapa kita baru sadar tentang penyelamatan, go green dan istilah lainnya ? kemana saja selama ini ketika lingkungan kita disakiti, di curangi dan di ekploitasi oleh orang yang tak bertanggung jawab. Apakah ini hanya sekedar kelatahan kita karena ingin mendapatkan prestasi ataukah karena kita ingin di puji bahwa kita adalah orang nomor satu dalam proses penyelematan lingkungan.
Sering kita dengar sejak kita TK atau mungkin sejak kita mengenal huruf yang diajarkan oleh orang tua kita “kebersihan sebagian dari iman” tapi kata-kata itu hanya sebagai sebuah hiasan dinding yang indah untuk kita pandang, jika kita bosan dengan bacaan yang lain. Sering kita menyuruh anak-anak kita untuk menjaga kebesihan tapi sesungguhnya kita adalah orang yang paling bertanggung jawab tentang kebersihan tersebut. Kita adalah orang yang paling banyak membuang sampah daripada anak-anak kita, dan kita juga yang paling banyak membuat kerusakan di muka bumi karena kita baru sadar dan baru peduli terhadap lingkungan kita ketika ada sorotan dari luar bahwa lingkungan kita yang paling jorok dan kotor.
Ingatkah kita sebuah kisah manis dari surga, kisah nabi adam dalam mengenal lingkungan, dan kenapa beliau harus tinggal di surga terlebih dahulu? Kenapa Allah tidak langsung menurunkan adam ke dunia? Hal inilah yang harus kita pahami bersama. alam semesta diciptakan lebih dahulu dari pada Adam. Secara logika alam disiapkan oleh Allah untuk kepentingan adam (manusia) bahwa adam akan hidup di dunia, dari mana kita tahu bahwa alam diciptkan untuk kepentingan manusia, ketika Allah memberikan amanat kepada semua mahluknya untuk menjadi khalifah(pemimpin) di alam semesta semua menolak kecuali adam, dan kemudian Allah mengajarkan nama-nama benda yang ada di alam semesta kepada adam.
Secara logika pembelajaran guru tidak akan mengajarkan sesuatu yang tidak ada dan tidak ia ketahui sebelumnya, tapi karena yang mengajarkan sang Maha mengetahui tentunya semua yang diajarkan tersebut sudah ada wujudnya untuk diajarkan kepada adam.
Lalu mengapa adam harus tinggal di surga, hal ini Allah mempunyai tujuan lain yaitu ingin mengajarkan kepada adam (manusia) tentang keteraturan yang ada di surga sebagai bekal ketika nanti hidup di dunia adam harus menciptakan suatu keteraturan seperti ia hidup di surga namun hal tersebut dilanggar oleh manusia seperti halnya adam melanggar janjinya kepada Allah untuk tidak mengambil buah Khuldi.
Kepedulian terhadap Lingkungan
Ketika penulis masih kecil, setiap pagi atau sore hari ketika berjalan-jalan ke ladang atau gunung dengan mudah bisa mendaptkan buah-buahan yang enak di makan tapi ketika sekarang kita berjalan-jalan ke tempat tersebut, kita hanya menemukan kegersangan dan kekeringan. Perlu kita pelajari bersama kenapa hal ini terjadi pada lingkungan kita? Sungguh kasihan anak cucu kita tidak mendapatkan manfaat yang diberikan alam kepada manusia. Hal ini terjadi karena kita mengangap bahwa alam memberikan semuanya kepada kita secara gratis, padahal seperti kisah adam disurga. Manusia diharuskan belajar terhadap kehidupan adam agar menciptakan surga-surga baru di dunia sehingga terciptanya keteraturan yang memberikan kenyamanan terhadap kehidupan manusia itu sendiri.
Tugas kita sebagai penanggung jawab alam memang terasa sungguh berat. Kita biasanya hanya mengekploitasi alam untuk kesenangan kita tapi sekarang kita diharuskan untuk menjaga alam untuk kepentingan orang banyak, namun hal itu akan terasa mudah apabila kita saling menyadari bahwa alam diciptakan bukan hanya untuk di rusak dan di ambil hasil tapi kita rawat dan pelihara agar memberikan yang terbaik untuk kepentingan kita semua.
Tahukah anda bahwa kepentingan untuk melestarikan alam bukan saja kepentingan pribadi belaka tapi merupakan kepentiangan nasional bahkan dunia internasional. Konon kabarnya Negara-negara maju (Negara dengan industry maju) sangat memiliki kepentingan untuk melestarikan alam karena ketakutan akan terjadinya bencana besar karena kerusakan yang meraka lakukan. Dan sebagai imbasnya untuk mencegah terjadinya bencana tersebut maka Negara-negara berkembang yang memiliki kawasan hutan. Menjadi tempat berlidung dari bencana global. Kawasan hutan yang menyediakan emisi untuk kepentingan Negara maju tersebut umumnya berada di wilayah asia dan afrika . Negara kita merupakan salah satu penyedia jasa untuk kepentingan mereka tersebut, disamping itu juga kerusakan alam Indonesia yang semakin parah menjadi salah satu factor dibangkitkannya kembali nasionalisme terjadap lingkungan. Tak ada salahnya kita sebagai warga Negara yang baik ikut andil dalam proses penghijauan bumi kita yang semakin terpuruk karena kelalaian yang kerusakan yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri.
Bentuk kekecewaan Alam
Jika manusia disakiti maka mereka akan berontak dan berbicara. Demikian juga alam apabila di sakiti terus menerus (diekploitasi) walaupun alam memiliki kesabaran yang sangat luar biasa, tapi akhirnya kemarahan itu keluar juga, bencana datang di mana-mana akibat kerusakan dan ulah tangan manusia . bencana datang berusaha untuk mencegah tapi ibarat penyakit yang ada sudah kronis jadi apa hendak dikata bencana itu menyebar dan menelan korban. Oleh karena kita sebagai penghuni bumi yang bijak jangan menunggu alam mengeluarkan amarahnya dulu tapi kita harus bijak memelihra alam dan melestarikan alam yang di ciptakan untuk kepentingan kita bersama. Bagaimanupun juga bencana yang terjadi di sekitar kita bukan hanya sekedar azab yang di turunkan Allah karena kerakusan manusia itu sendiri namun lebih kepada kerusakan alam yang menyebabkan alam tidak dapat mengatur keseimbangannya sehingga terjadi bencana yang tidak kita duga sebelumnya, Alangkah bijaksananya jika kita mulai menyeimbangkan keadaan alam (lingkungan) kita agar terjadi keserasian dan simbiosis mutualisme sehingga kita dapat manfaat dan hasil dari apa yang kita lakukan.
Penutup
Manusia bijak adalah bukan manusia yang pintar memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia tapi mereka yang bisa menjaga kelesatarian alam demi kepentingan manusia di masa depan. Akhirnya penulis menghimbau dan mengajak kepada semuanya untuk ikut serta mengurangi terjadinya pemanasan global (global warming) kita cegah terjadinya green house effect demi kepentingan dan masa depan kehidupan dan keselamatan manusia. (disarikan dari buku membumikan al-qur’an karya M.Quraish shihab)